Thursday, March 6, 2014

Surat Nasehat Istimewa Kerajaan Aceh

"Bismillahirrahmanirrahim, Bahwa hamba memberi nasehat kepada sekalian tuan-tuan atas nama keputusan Kerajaan Aceh beserta ahliwaris kerajaan, dengan alim ulama dan rakyat Aceh khususnya dan rakyat bawah angin umumnya. Wahai tuan-tuan sekalian, hamba memberi perintah hari ini, bahwa sekalian tuan-tuan kita semuanya, bersiap-siap dengan apa senjata yang ada pada kita masing-masing karena kita semuanya akan menghadap bahaya maut, yaitu dua perkara: Pertama menang, kedua syahid; ketiga tidak ada sekali-kali, yaitu menyerah kalah kepada Holanda. Ingatlah tuan-tuan, disini hamba beri pernyataan dengan sahih sah muktamad, bahwa bangsa Holanda sudah dua ratus lima puluh tahun menjajah negeri bahwa angin di luar kita Aceh. Maka sekarang kita bersama-sama mempertahankan negeri kita Aceh. Sejengkal tanah negeri Aceh jangan kita berikan kepada musuh kita bersama, yaitu Holanda. Maka barangsiapa yang menyerah kepada Holanda dengan sebab tidak ada masyakkah, maka Holandalah ia. Maka orang yang demikian itu telah menjadi musuh Allah dan musuh Rasul dan Musuh Negeri dan musuh Kerajaan. Maka tiap-tiap musuh seperti yang hamba sebut itu walau siapa-siapa, berhak kita bunuh sidurhakan itu, jangan kita sayang pada sibangsat itu. Kalau kita sayang pada sibangsat itu, negeri kita Aceh alamat binasa, sengsara, huruhara,.... Bersatulah kita semuanya melawan Holanda, bangsa barat yang hendak merebut menjajah negeri kita Aceh. Jangan tuan-tuan ngeri dan takut, kita orang Islam wajib berperang melawan musuh dengan apa senjata yang ada pada kita masing-masing. Maka barangsiapa yang tuan-tuan dan hulubalang-hulubalang memihak berdiri kepada Holanda dengan sengaja, yaitu tidak ada masyakkah, maka Insya Allah Taala akan datang pada suatu zaman yang kebili kebilui anak cucu tuan-tuan muntah darah dan dimandikan dengan darah oleh rakyat sendiri masing-masing, walau besar walau kecil. Ingatlah wahai sekalian tuan-tuan hulubalang yang khadam negeri, mulai dahulu sampai sekarang hingga akan datang, bahwa tiap-tiap orang ada jabatan mengurus negeri dan mengurus rakyat, yaitu memelihara rakyat dengan menyuruh makruf dan menegah mungkar, dan sekalian rakyat jangan tuan-tuan perbudakkan, dan sekalian rakyat bukan buat tuan-tuan hulubalang; tetapi tuan-tuan yang hulubalang semuanya, timur barat tunong baroh, buat rakyat yaitu menjaga mengurus dengan sempurna supaya rakyat cinta kasih lahir batin pada sekalian tuan-tuan. Wahai sekalian tuan-tuan, bahwa rakyat itu seperti air sungai yang sangat luas lagi dalam, dan puncaknya dalam rimba gunung yang bercabang-cabang. Jika satu kali turun hujan besar, semua turun air ke dalam sungai, maka jadi banjirlah mengamuk air ke mana-mana, maka binasalah sekalian tanaman, apa-apa yang ada semuanya sudah tenggelam dengan air...”[]

No comments:

Post a Comment